RIBUAN WARGA NAHDHIYIN RAMAIKAN UPACARA HARLAH NU KE-93
Paciran.Kota - Upacara digelar oleh MWC NU Paciran di lapangan Desa Tunggul, ahad (24/04/16) dengan diikuti ribuan siswa, guru di lingkungan lembaga ma’arif, Pengurus MWC NU Paciran beserta Banomnya dan warga Nahdhiyin se kecamatan Paciran.
Upacara ini bertujuan untuk memperingati Hari Lahir Nahdhatul Ulama’ (NU ) yang ke-93 bertepatan pada tanggal 16 Rajab 1437 H.
Ketua Tanfidziyah Drs. H. Khoiril Anwar, MM bertindak selaku Pembina Upacara. Dalam pembacaan naskah pidatonya, dia menuturkan bahwa hari lahir Nahdhatul Ulama adalah pada tanggal 16 rajab 1344 H, bertepatan dengan 31 Januari 1926 M.
Peringatan Harlah NU adalah Tahun Hijriyah atau bulan Rajab, tepatnya setiap tanggal 16 Rajab bukan tahun Masehi atau Bulan Januari. Beliau juga menuturkan, hal itu mempunyai dasar diantaranya, 1) Dokumen arsip siaran Harlah NU pada zaman muassis (para ulama pendiri) adalah Rajab, 2) Hasil Sidang pleno komisi Organisasi Muktamar NU ke-32 di Makasar dengan suara aklamasi, 3) Hasil komisi organisasi pada konferensi besar PBNU tahun 2012 di Cirebon yang dituangkan dalam keputusan PBNU no. 251 Tahun 2013, 4) hasil sidang pleno komisi organisasi muktamar NU ke 33 di jombang dengan suara aklamasi, menetapkan harlah NU diperingati pada 16 Rajab.
Tema upacara pada harlah kali ini mengambil tema “Meningkatkan khidmat dengan Niat Ikhlas”. Pria asal desa Semerek selaku pembina upacara menyampaikan, NU adalah warisan para wali Allah dan Ulama’-ulama’ pendiri NU, oleh karena itu kita sebagai kader NU adalah penerus perjuanganbeliau-beliau tersebut, maka sepantasnya kita tingkatkan khidmat dan perjuangan kita didalam NU, ujar beliau.
Sebagai lanjutan pidatonya, Khoiril mengingatkan bahwa peningkatan khidmat terhadap NU harus dilakukan dengan niat yang ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT, perjuangan kita terhadap NU tidak lain hanya untuk meneruskan cita-cita para ulama’ pendiri NU, agar kelak di akhirat kita dikumpulkan dalam gerbong para Ulama’.
Selain itu, peningkatan khidmat dengan niat ikhlas ini semakin penting dalam konteks kekinian, karena saat ini banyak orang yang seolah-olah berjuang untuk NU, tapi punya maksud dan tujuan pribadi, bahkan sebagian mereka hanya ingin mendapatkan kepentingan jabatan politik dan lain sebagainya.
Dalam sambutan akhirnya, beliau mengajak kepada seluruh peserta upacara dan warga dahdhiyin dalam momentum Harlah NU yang ke 93 ini, “marilah kita teguhkan kembali Niat kita sebagai warga NU untuk selalu berusaha meningkatkan khidmat kita didalam NU dengan niat Ikhlas”. ( CRK )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar