Selasa, 19 Juli 2016

Produk Unggulan Jawa Timur Di Gelar Di Lamongan



Pojokjatim-LAMONGAN - Berbagai produk unggulan dari 38 kabupaten dan kotase-Jawa Timur dipamerkan di Alun-Alun Lamongan, Selasa (19/07).

Kegiatan yang dikemas dalam Pameran dan Gelar Dagang Produk Unggulan Usaha PeningkatanPendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) ini meripakan bagian untuk memperingati Hari Keluarga Ke 23 tingkat Jawa Timur.Kegiatan yang direncanakan selama dua hari ini dibuka Ketua Tim Penggerak PKK (TPPKK) Lamongan Makhdumah Fadeli, di Pendopo Alun-alun Lamongan, Selasa (19/07).

Sementara puncak acara akan digelar hari ini, Rabu (20/07) yang akan dibuka Gubernur Jawa Timur Soekarwo.‘’Pembangunan keluarga di antaranya dilakukan melalui program ketahanan dan pemberdayaan keluarga yang bertujuan untuk mensejahterakan ekonomi keluarga. Salah satu upayanya adalah melalui kelompok-kelompok UPPKS yang saat ini mengikuti pameran,’’ kata Makhdumah Fadeli.

Pameran dan gelar dagang ini, kata dia, diharapkan dapat dijadikan bentuk nyata upaya itu dengan menitikberatkan pada usaha ekonomi produktif.

Makhdumah Fadeli juga menyebutkan Kelompok UPPKS di seluruh Jawa Timur saat inimencapai 7.738 unit dengan jumlah anggota mencapai 125.720 orang. Sementara dari sejumlah besar anggota Kelompok UPPKS tersebut, sebanyak 82,96 persen terdata mengikuti Program KB.‘’Mereka ini telah mendapatkan pelatihan dari SKPD terkait berupa kualitas kemasan, akses pemasaran dan permodalan. Sehingga mutu dankualitas produk Kelompok UPPKS ini bisa bersaing,’’ katanya.

Usai membuka pameran yang ditandai dengan pengguntingan pita, Makhdumah Fadeli didampingi pengurus TP PKK Lamongan dan Provinsi Jawa Timur meninjau seluruh stan pameran. Berbagai produk olahan makanan memang terlihat dikemas dengan baik dan menarik. Seperti manisan mangga dari Kabupaten Probolinggo dan abon ikan salmon dari Kabupaten Tulungagung.

Rabu, 13 Juli 2016


Vestifal Ketupat Tanjung Kodok Paciran Lamongan


Pojokjatim-Lamongan Tradisi kupatan (ketupat) di Tanjung Kodok Kecamatan Paciran yang lama mati suri kini dihidupkan lagi oleh Pemkab Lamongan dalam sebuah event Festival Kupatan Tanjung Kodok Lamongan, pada Kamis (14/7/2016)

Tanjung Kodok sendiri kini sudah menjadi kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Sedangkan tradisi kupatan yang penuh sejarah dan arti ini yang oleh masyarakat pantura juga disebut dengan riyoyo kupatan atau hari raya ketupat ini terakhir dilaksanakan pada tahun 2010.

“Tradisi kupatan di Tanjung Kodok ini dihidupkan lagi oleh Bapak Bupati Fadeli. Karena mengandung filosofi tinggi, mengenang syiar yang dilakukan oleh Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur, “

Vestifal ketupat tanjung kodok dibuka oleh Bupati Lamongan bapak Fadeli, dan dengan Tari Mayang Madu yang diilhami kegigihan syiar Islam oleh Sunan Mayang Madu di Lamongan.

Dari sambupatan bapak bupati lamongan fadli maksud kupatan mengakui kesalahan yang dulunya di lakukan sunan sendang duwur dan sunan drajat yang hingga saat ini masih menjadi tradisi masyarakat pantura lamongan, mari kita jadikan vestifal kupatan ini menjadi budaya nasional kita perkenalkan semua budaya lamongan baik kuliner hingga di kenal secara internasional.

Sedangkan di Dermaga Marina sudah disiapkan defile 18 perahu hias.
Puncak festival bakal ditandai dengan kenduri kupatan, yakni makan ketupat bersama dengan seluruh masyarakat yang hadir di tanjung kodok.

Selain kenduri kupatan, juga ada festival lomba kupat antar desa sekecamatan paciran dengan menilai keunikan bentuk ketupat lengkap dengan komposisi dan rasa ketupat saat dicampur dengan lauk pauk.

Acara vestifal ketupat tanjung kodok di tutup dengan do .oleh ketua MUI  KH salim azhar. ( hs)

popsup.net