Rabu, 13 Juli 2016

Vestifal Ketupat Tanjung Kodok Paciran Lamongan


Pojokjatim-Lamongan Tradisi kupatan (ketupat) di Tanjung Kodok Kecamatan Paciran yang lama mati suri kini dihidupkan lagi oleh Pemkab Lamongan dalam sebuah event Festival Kupatan Tanjung Kodok Lamongan, pada Kamis (14/7/2016)

Tanjung Kodok sendiri kini sudah menjadi kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Sedangkan tradisi kupatan yang penuh sejarah dan arti ini yang oleh masyarakat pantura juga disebut dengan riyoyo kupatan atau hari raya ketupat ini terakhir dilaksanakan pada tahun 2010.

“Tradisi kupatan di Tanjung Kodok ini dihidupkan lagi oleh Bapak Bupati Fadeli. Karena mengandung filosofi tinggi, mengenang syiar yang dilakukan oleh Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur, “

Vestifal ketupat tanjung kodok dibuka oleh Bupati Lamongan bapak Fadeli, dan dengan Tari Mayang Madu yang diilhami kegigihan syiar Islam oleh Sunan Mayang Madu di Lamongan.

Dari sambupatan bapak bupati lamongan fadli maksud kupatan mengakui kesalahan yang dulunya di lakukan sunan sendang duwur dan sunan drajat yang hingga saat ini masih menjadi tradisi masyarakat pantura lamongan, mari kita jadikan vestifal kupatan ini menjadi budaya nasional kita perkenalkan semua budaya lamongan baik kuliner hingga di kenal secara internasional.

Sedangkan di Dermaga Marina sudah disiapkan defile 18 perahu hias.
Puncak festival bakal ditandai dengan kenduri kupatan, yakni makan ketupat bersama dengan seluruh masyarakat yang hadir di tanjung kodok.

Selain kenduri kupatan, juga ada festival lomba kupat antar desa sekecamatan paciran dengan menilai keunikan bentuk ketupat lengkap dengan komposisi dan rasa ketupat saat dicampur dengan lauk pauk.

Acara vestifal ketupat tanjung kodok di tutup dengan do .oleh ketua MUI  KH salim azhar. ( hs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

popsup.net